"Di daerah yang kami bangun itu pernah tergenang cukup tinggi, sekarang sudah selesai kami bangun, tapi kami menunggu kalau hujan bisa benar-benar diserap atau nggak," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Energi, Ricki Marjohan saat dihubungi, Kamis (22/11).
Namun, Ricki enggan membeberkan di mana saja lokasi uji coba drainase vertikal tersebut. Ia menyebut lokasi drainase vertikal yang diuji coba itu akan disampaikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena memang bisa (kurangi banjir) tapi membuktikan dulu nih secara riil di lapangan bahwa itu benar atau nggak, nah setelah itu baru kick off. Nanti kalau kick off kami sampaikan melalui pak gubernur," ujar Ricki.
Rencananya, akan ada sekitar 1.300 sumur resapan dangkal dari total 1.333 drainase vertikal yang dibangun di tahun 2019 mendatang.
"Itu 1.300 itu untuk sumur dangkal, yaitu untuk menghilangkan genangan dan konservasi air, kemudian ada sumur yang sedang juga. Selain konservasi air, itu nanti memasukkan air ke dalam gorong-gorong untuk mencegah penurunan muka tanah," tutur Ricki.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan program drainase vertikal itu akan diluncurkan pada akhir November ini.
Drainase vertikal tersebut merupakan salah satu janji kampanye Anies pada warga Jakarta pada kampanye Pilkada DKI 2017 silam.
"Sekarang ada beberapa tempat, kita nanti akan umumkan. Mudah-mudahan akhir November ini kita bisa tunjukan hasilnya, sekarang sedang dalam proses," kata Anies, Senin (12/11).