Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com di kawasan Jalan Batik Halus, Kelurahan Sukaluyu, Kecamatan Cibeunying Kaler, Bandung, terlihat warga tengah membersihkan pelataran rumah dan sejumlah perabotan rumah tangga dari sisa-sisa banjir akibat meluapnya sungai yang melintasi RW 05.
Sebelumnya, luapan sungai yang tertahan di pemukiman warga membuat genangan setinggi 1,5 meter. Akibatnya, endapan lumpur ikut terbawa ke jalan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pantauan di Jalan Sadang Serang, arus lalu lintas juga terjadi kemacetan. Ini disebabkan ruas Jalan Pahlawan yang tergenang banjir.
Pengendara melintasi banjir di Jalan A.H Nasution, Bandung, Selasa (13/11). (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi) |
"Sekarang sudah sudah surut. Tadinya sekitar sepinggang. Kalau di Pagarsih ini dapat kiriman banjir jika hujan besar dari kawasan utara," ujarnya.
Saat ini, upaya yang dilakukan aparat kewilayahan, yaitu membangun danau retensi di kawasan Pandu.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jawa Barat, Eko Damayanto menyatakan kondisi banjir mulai surut di 8 kecamatan.
Sebelumnya, daerah yang terdampak itu meliputi Kecamatan Coblong, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kecamatan Cinambo, Kecamatan Buahbatu, Kecamatan Rancasari, Kecamatan Astanaanyar, Kecamatan Babakan Ciparay dan Kecamatan Batununggal.
Selain Kota Bandung, banjir juga menerpa Kabupaten Bandung, contohnya Kampung Bojong Asih, Dayeuhkolot, Senin (12/11). (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi) |
Ia pun mengimbau agar pemerintah mengevaluasi potensi bencana agar lebih siap menghadapi situasi ke depan.
"Secara umum saya rasa hampir seluruh wilayah Kota Bandung mempunyai potensi untuk terkena dampak. Mungkin yang harus kita waspadai mulai sekarang masalah saluran drainase dan sumbatan akibat sampah.
(hyg/arh)
Pengendara melintasi banjir di Jalan A.H Nasution, Bandung, Selasa (13/11). (
Selain Kota Bandung, banjir juga menerpa Kabupaten Bandung, contohnya Kampung Bojong Asih, Dayeuhkolot, Senin (12/11). (