"Sebagai anggota Komisi III saya berharap adanya sinergitas yang baik dengan instansi penegak hukum, khususnya Polri ataupun lembaga lain seperti KPK," ujar Sahroni melalui keterangan tertulis, Kamis (22/11).
Sahroni menuturkan lebih jauh, salah satu bentuk sinergitas TNI-Polri yang terpenting dalam waktu dekat adalah mengamankan Pemilu tahun 2019. Ia berharap TNI AD di bawah kepemimpinan Andika dapat bersama Polri mengamankan agenda pesta demokrasi lima tahunan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya berharap di bawah kepemimpinan Jenderal Andika kondisi ini semakin membaik. Tak ada lagi TNI AD yang terlibat bentrokan dengan Polri ataupun melakukan kejahatan lainnya," ungkap Sahroni.
Dengan usia yang masih jauh dari masa pensiun, tambah Charles, Andika punya waktu yang relatif panjang untuk bisa mengimplementasikan kebijakan-kebijakan dalam rangka melanjutkan agenda reformasi TNI.
Menurut anggota Fraksi PDI Perjuangan itu, selama ini KSAD hanya dijabat 1 sampai 2 tahun sehingga kesempatan menghasilkan kerja yang berdampak jangka panjang cukup terbatas.
"Jadi, ketimbang berspekulasi macam-macam, lebih baik kita sama-sama tunggu dan awasi bersama kerja-kerja TNI AD di bawah kepemimpinan Jenderal Andika," katanya.
Sebelum menjabat KSAD, Andika menduduki posisi Pangkostrad sejak 23 Juli 2018. Dia sebelumnya juga dipercaya menjadi Komandan Pasukan Pengamanan Presiden, dua hari setelah Jokowi dilantik menjadi Presiden RI ke-7.
Lulusan Akademi Militer tahun 1987 itu juga telah malang melintang di Kopassus, satuan elite milik TNI AD. Selain itu, Andika juga pernah didapuk sebagai Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XII/Tanjungpura pada 2016 lalu. (panji/osc)