Jumlah itu dipastikan setelah DVI kembali mengidentifikasi 16 orang korban pesawat nahas tersebut.
"Selama operasi identifikasi dilaksanakan 29 Oktober sampai 23 November terhadap kantung jenazah korban Lion Air JT-610 yang diterima, teridentifikasi sebanyak 125 penumpang," kata Kapusdokkes Polri Brigjen Arthur Tampi di RS Polri Kramat Jati, Jakarta, Jumat (23/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tentunya pada kesempatan yang baik ini kami ucapkan terima kasih kepada para stakeholder dan semua pihak yang beri kontribusi selama kami melakukan identifikasi," ujar Arthur.
Pesawat berangkat dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta menuju Bandara Depati Amir, Pangkal Pinang dan terjatuh beberapa menit setelah lepas landas. Pesawat itu mengangkut 189 orang yang terdiri 181 penumpang dan delapan awak kapal.
Komite Nasional Keselamatan Transpotrasi (KNKT) dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR dan Kementerian Perhubungan, Kamis (22/11), menyimpulkan kecelakaan pesawat Lion Air JT-610 bukan disebabkan oleh kerusakan.
Kepala Sub Komite Investigasi Keselamatan Penerbangan KNKT, Nurcahyo Utomo mengatakan berdasarkan penyelidikan pesawat tidak mengalami kerusakan atau bermasalah sebelum jatuh di perairan Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat. Itu berdasarkan analisa atas parameter mesin yang direkam Flight Data Recorder (FDR) milik Lion Air PK-LQP.
"Kami bisa simpulkan bahwa mesin tidak menjadi kendala dalam penerbangan ini," ujar Nurcahyo.
(dhf/wis)