Hal ini disampaikan menyikapi Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Tahun depan, Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) untuk pertama kalinya diselenggarakan secara bersamaan.
"Karakternya kalau kita tahu lihat juga. Suka marah atau enggak? Suka ngamuk atau enggak? Itu harus dilihat. Jadi kalau sudah dilihat ya silakan dipilih," kata Jokowi di Pondok Pesantren Darussalamah, Lampung Timur, Jumat (23/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jangan sampai muamalah kita menjadi tidak baik gara-gara pilihan politik berbeda. Enggak apa-apa satu majelis, satu rumah berbeda pilihan politik tidak apa-apa," kata mantan Wali Kota Solo ini.
"Jangan dimakan mentah mentah disaring ada filternya dulu. Omongan ini bener tidak sih? Isu tahun politik aneh aneh. Logikanya ini harus dipakai," kata mantan Wali Kota Solo ini.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah merilis data daftar pemilih tetap (DPT) Pemilihan Umum 2019.
Pemilik hak pilih dalam Pemilu 2019 terdata sebanyak 185.994.374 orang yang tersebar di 801.291 tempat pemungutan suara (TPS) di 514 kabupaten/kota.