Djoko mengutarakan hal tersebut untuk membela ucapan Prabowo yang dianggap merendahkan profesi ojek online oleh sejumlah pihak.
"Kalau mengenai kata-kata, biasalah. Namanya gurau-gurau. Dia biasa di tentara," kata Djoko di Gedung Joang, Menteng, Jakarta, Jumat (23/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya 40 tahun jadi anak buahnya. Hatinya bersih. Dia jujur," ucap Djoko.
"Mereka (ojek online) itu hanya bagian dari kapitalisme," kata Djoko.
Perihal banyaknya anak muda yang menjadi ojek online, Djoko menganggap itu adalah akibat dari sempitnya lapangan pekerjaan. Dia mengamini hal itu adalah realita yang ada saat ini.
Cawapres Sandiaga Uno lantas menjelaskan maksud Prabowo. Menurut Sandi, Prabowo tidak bermaksud melecehkan. Prabowo, lanjutnya, justru ingin ada kesempatan kerja yang lebih luas dan beragam.
"Justru Pak Prabowo ingin mengangkat untuk bisa memiliki kesempatan yang lebih banyak atas pekerjaan baru yang lebih berkualitas," kata Sandi di Balai Sudirman, Jakarta, Kamis (22/11). (bmw/osc)