FPI: Australia Pindahkan Kedubes di Israel Harus Ditolak

Bimo Wiwoho, CNN Indonesia | Minggu, 25/11/2018 05:48 WIB
FPI: Australia Pindahkan Kedubes di Israel Harus Ditolak Sekretaris Umum DPP Front Pembela Islam (FPI) Munarman. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekretaris Umum DPP Front Pembela Islam (FPI) Munarman menegaskan bahwa rencana Australia yang ingin memindahkan kantor kedubesnya di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem harus ditolak. Sebab apapun bentuk dukungan terhadap penjajahan Israel atas Palestina tidak dapat dibenarkan.

"Maka sikap Australia yang demikian tentu saja harus ditolak," ujar Munarman melalui pesan singkat Sabtu (/24/11).

Munarman mengutarakan hal tersebut merujuk dari Pembukaan UUD 1945 yang mana Indonesia menolak penjajahan di atas muka bumi. Menurut Munarman, Australia mendukung penjajahan Israel atas Palestina, sehingga sikap tersebut harus ditolak.


"Karena ini adalah kewajiban moral dan kewajiban konstitusional," ujar Munarman.


Munarman lantas menganggap Australia sama dengan Israel jika menilik riwayat sejarah. Dia mengatakan pembentukan negara Australia merupakan buah kolonialisme bangsa Eropa.

Dahulu, lanjutnya, bangsa Eropa mendirikan koloni di tanah benua Australia. Hal itu berlangsung sangat lama. Oleh karena itu, menurut Munarman, bangsa asli Australia tidak menyadari hak-hak mereka atas tanah airnya.


Begitu pula dengan Israel. Munarman menyebut bangsa Israel mulanya pendatang yang mendirikan koloni di wilayah Palestina sejak 1948. Lama-kelamaan, bangsa Israel mencaplok dan menganeksasi wilayah Palestina.

"Kaitan dengan Australia yang mendukung Israel dengan cara memindahkan kedubesnya ke Yerusalem, maka kami melihat Australia sama dan sebangun dengan Israel," ucap Munarman.

"Jadi dalam perspektif kolonialisme inilah antara Australia dan Israel saling mendukung. Sesama negara kolonialis saling mendukung," lanjutnya. (bmw/osc)