"Mestinya saya didemo dong di depan Istana. Demo besar-besaran gitu, tapi demo mendukung, karena saya berhasil membantah isu tersebut," ujar Jokowi di hadapan kader parpol koalisi, tim kampanye, serta relawan di Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (25/4).
Jokowi menjelaskan, isu bahwa dirinya merupakan antek asing terbantahkan dengan diambil alihnya Blok Mahakam oleh pemerintah pada 2015 lalu. Blok Mahakam kini 100 persen dikelola oleh PT Pertamina setelah puluhan tahun dikelola Perancis dan Jepang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal itu menyusul pengambilalihan Blok Rokan di Riau dari Chevron, perusahaan asal AS pada tahun ini.
"Kita nggak banyak ngomong, saya yakin 90 persen masyarakat nggak tahu. Freeport setelah 40 tahun hanya diberi 9 persen, diem semuanya nggak ada yang demo nggak ada yang teriak antek asing," ujar eks Wali Kota Solo ini.
Namun setelah prestasi tersebut diraih pemerintah, tidak satu pun masyarakat yang bersuara dan mengapresiasi prestasi di bidang ekonomi tersebut.
"Saya tunggu satu orang saja nggak ada demo. Suara juga nggak ada, yang ada malah antek asing, antek asing. Politik, politik membalikkan seperti ini yang harus dihilangkan dari negara yang kita cintai ini," ujar dia. (osc/osc)