Jumlah pelanggan tersebut terdiri dari 41.820 SL Wilayah Barat dan 61.749 SL Wilayah Timur. Demikian diungkapkan Direktur Utama PDAM Tirtawening Kota Bandung, Sonny Salimi.
Mengutip siaran pers PDAM Tirtawening, pipa yang pecah berjenis Ductile Cast Iron Pipe dengan diameter 850 milimeter. Pipa tersebut berlokasi di RT 01/12 Desa Margahurip, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kapasitasnya sekitar 725 liter per detik. Meskipun secara manual book kapasitas desain pipa transmisi tersebut adalah kurang lebih 800 liter per detik," kata Sonny.
Menurutnya, PDAM Tirtawening saat ini sedang mengupayakan penggantian pipa dan penggantian air baku dengan memanfaatkan Sungai Cikapundung.
"Mengenai penyebab terjadinya pipa pecah, saat ini kami masih menyelidikinya," katanya.
Atas ketidaknyamanan tersebut, PDAM Tirtawening Kota Bandung menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada sebagian pelanggan yang aliran airnya terganggu.
"Bagi para pelanggan yang memerlukan pelayanan air tangki PDAM Tirtawening Kota Bandung kami sudah menyediakan 13 unit mobil tangki yang akan menjangkau daerah-daerah yang mengalami gangguan. Pelanggan dapat memesannya secara kolektif dengan dikoordinir oleh pengurus RW setempat," jelasnya.
Untuk mendapatkan pelayanan itu, para pelanggan yang terganggu dapat menghubungi Kantor Pelayanan Air Tangki Jalan Surapati no.67. Bandung.
Sementara itu, Kepala Bagian Humas Sekretariat Daerah Kota Bandung, Dedi Priadi Nugraha pun menyatakan permohonan maaf kepada warga Kota Bandung yang merasa tidak nyaman karena terganggu pecahnya pipa transmisi PDAM Tirtawening Kota Bandung.
"Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian yang tidak kita harapkan bersama ini. PDAM Tirtawening sedang mengupayakan agar aliran air baku dari Cikalong bisa kembali normal dalam waktu dekat," kata Dedi.