Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan hal itu disebabkan oleh kesadaran masyarakat yang tak ingin terprovokasi oleh situasi politik saat ini.
"Enggak bakal seramai yang dulu. Sudah sangat menyusut. Masyarakat sudah mulai sadar jangan sampai terprovokasi oleh situasi-situasi politik seperti ini," kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan pada Selasa (27/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Persaudaraan Alumni 212 berencana menghelat reuni akbar Aksi 212 di kawasan Monas 2 Desember nanti. Reuni tersebut merupakan yang kedua setelah PA 212 menggelar acara serupa pada 2017 lalu.
Rencana reuni diperoleh berdasarkan dua foto berisi ajakan reuni akbar Aksi 212 yang diterima CNNIndonesia.com.
Rencana itu pun sudah dibenarkan oleh Ketua PA 212 Slamet Maarif.
"Insyaallah," kata Slamet yang juga juru bicara FPI saat dikonfirmasi, Jumat (19/11).
Reuni Aksi 212 terkait dengan Aksi Damai Bela Islam 2 Desember (212) yang dilaksanakan di kawasan Monas pada 2016 silam.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan secara terpisah mengatakan tidak melarang kegiatan apapun yang berlangsung di Monas termasuk reuni akbar 212. Namun untuk izin penyelenggaraan acara, Anies menyebut hal itu jadi kewenangan polisi.
"Tidak ada larangan," kata Anies di Balai Kota Jakarta, Senin (19/11). (mts/wis)