Hal itu menanggapi OTT terhadap hakim dan panitera Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang digelar semalam hingga dini hari tadi. Total enam orang diamankan dengan barang bukti uang sejumlah Sin$45 ribu.
Sandi pun sepakat dengan istilah yang diungkapkan Prabowo bahwa korupsi di Indonesia sudah seperti kanker stadium empat. Sebab, dari informasi yang didapat, Sandi mengibaratkan jika KPK mau menggelar OTT setiap hari, maka pasti ada yang kena.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia juga menyebut, hukum yang tidak konsisten pun menyebabkan korupsi terjadi di Indonesia. Selama ini asas penegakan hukum hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas.
"Kalau yang berkaitan dengan OTT hari ini oleh para penegak hukum atau yang berkaitan dengan kasus perdata, itu berkaitan dengan hukum yang nggak konsisten. Hukum yang belum adil. Tajam ke bawah tumpul ke atas. Itu yang mesti diselesaikan," kata dia.
Atas dasar itu, Sandi pun menjanjikan, dia bersama Prabowo Subianto akan fokus untuk melakukan pencegahan praktik korupsi. Hal ini dilakukan jika pemberantasan masih dinilai kurang ampuh membuat jera para koruptor.
"Barangkali kita ulang regulasinya dari segi pemilihan kepala daerah, atau sistem perpolitikan kita, atau kita bisa lebih tegas kepada dunia usaha dan pembuat kebijakan dari segi kasus-kasus perdata. Nah ini yang harus kita bersama-sama," kata Sandi. (tst/osc)