Habib Bahar bin Smith, Pendakwah Lantang Anti-Jokowi

CNN Indonesia | Rabu, 28/11/2018 21:26 WIB
Habib Bahar bin Smith, Pendakwah Lantang Anti-Jokowi Habib Bahar bin Smith adalah pendakwah yang tak segan menggunakan kata-kata kasar dan sarat provokasi. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Puluhan orang rela berkerumun di bawah rintik hujan demi mendengar ceramah Habib Bahar bin Smith yang menggebu. Meskipun mereka hanya menyaksikan ceramah dari video yang disetel di layar seadanya.

Malam itu adalah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di pelataran ruko kawasan Radio Dalam, Jakarta Selatan. Banyak di antara mereka yang datang mengenakan atribut Front Pembela Islam (FPI) dan Laskar Pembela Islam.

Ceramah Bahar mengusik perhatian sejumlah orang yang melintas. Isi ceramahnya sarat provokasi disertai teriakan amarah. Bahkan dia juga menyerukan 2019 ganti presiden hingga menyinggung Islam Nusantara.



Dua hari kemudian, Bahar dilaporkan oleh sejumlah orang yang mengatasnamakan Jokowi Mania terkait dugaan penghinaan terhadap simbol negara. Pihak pelapor membawa beberapa barang bukti berupa video beserta informasi terkait akun YouTube pengunggah.

Video itu berdurasi 60 detik. Di dalamnya, Bahar menyebut Jokowi sebagai pengkhianat negara dan rakyat. Dia juga menyebut Jokowi sebagai banci dan menyerukan orang-orang untuk membuka celananya.

"Kamu kalau ketemu Jokowi, kalau ketemu Jokowi, kamu buka celananya jangan-jangan haid Jokowi itu, kayaknya banci itu," ucap Bahar dalam video yang diunggah ke YouTube pada Selasa (27/11).

Bahar dikenal sebagai pendakwah kontroversial di setiap acara keagamaan. Ceramahnya banyak beredar di media sosial, termasuk YouTube.

Salah satu video ceramah Bahar diunggah oleh akun "Ya Habibana" pada 7 Mei 2017. Dalam dakwahnya, Bahar mengkritisi Presiden Jokowi yang dianggap tidak peduli dengan kondisi kesejahteraan masyarakat.

[Gambas:Youtube]

Dalam video itu, dia menyebut Jokowi merupakan bagian PKI karena memberikan kelonggaran terhadap penyebaran atribut PKI yang akan di-sweeping anggota TNI dan Polri. Dia juga menyinggung fisik Jokowi.

"Jokowi kerempeng satu ini, PKI, PKI yang bunuh tentara, ulama mau dikasih kelonggaran hidup di sini saudara sauadara," kata Bahar.

Jalan Pedang Dakwah Ala Habib Bahar bin SmithHabib Bahar Bin Smith di Hotel Grand Cempaka saat menghadiri acara Itjima Ulama 2, Jakarta (16/9). (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Sementara dalam video yang diunggah oleh akun "Pembela Habaib" pada 25 November 2017 dengan judul "GEMP4R..! J0K0W! GEMET4R CERAMAH P4LING TEG4S HABIB BAHAR KEN4P4 P0L!S! KET4KUT4N", Bahar menyatakan dirinya tidak merasa takut dengan polisi maupun presiden dalam menyampaikan kebenaran.

"Muka-muka kayak Tito kita ketawain, saudara-saudara. Apalagi saya, muka saya kayak Helo Kitty, muka boleh imut-imut begini, nyali mau diadu, ayo. Setan aja saya makan, apalagi Jokowi sama Luhut," kata Bahar.

Pernyataan Bahar disambut riuh tepuk tangan serta gelak tawa oleh para jamaah yang hadir.

[Gambas:Youtube]

Video lainnya diunggah oleh akun "Seputar Dunia dan Hiburan" pada 20 Oktober 2018 dengan judul "Ceramah Habib Bahar Paling Kontroversi-Habib Bahar Terbaru Oktober 2018". Bahar menyerukan 2019 ganti presiden.

Dia menilai Jokowi adalah presiden pendusta, presiden pembohong, presiden kacung partai.

"Presiden yang hidup senang, hidup kenyang, di saat rakyat susah, di saat rakyat kelaparan, di saat rakyat kelaparan," kata Bahar.

[Gambas:Youtube]

Selama ini Bahar dekat dengan FPI dan kelompoknya. Dia merupakan pendiri Majelis Pembela Rasulullah yang berkantor pusat di Pondok Aren, Tangerang Selatan.

Pria 33 tahun kelahiran Manado, Sulawesi Utara, ini menyandang gelar habib golongan Alawiyyin bermarga Aal bin Sumaith. Namun, dia juga sempat ditolak oleh masyarakat adat saat hendak datang ke Manado untuk menghadiri Haul Akbar ke-7 ayahnya, Al Habib Ali bin Abdurrahman bin Smith. 

Bahar termasuk tokoh penggerak serangkaian Aksi Bela Islam yang ditujukan menyeret Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ke penjara.

Selama Ramadan, Bahar kerap melakukan sweeping di sejumlah tempat hiburan malam di Jakarta. Salah satunya adalah aksi pengrusakan Kafe De Most yang terletak di Jalan Veteran Raya Bintaro, Jakarta Selatan, pada 2012.

Selain itu, Bahar juga terlibat aksi peneyerangan terhadap jemaah Ahmadiyah di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dan kerusuhan Koja terkait sengketa makam Mbah Priok di Jakarta Utara pada 2010.

Rekam jejak Bahar selama berdakwah banyak menempuh jalan pedang. Begitupun dengan isi ceramahnya yang diliputi kata-kata kasar bernada provokasi.
[Gambas:Youtube] (fir/gil)


BACA JUGA