Hasto mengkritik Gerindra sebagai pengusung Prabowo. Hasto menilai tidak adanya konsistensi dari partai Gerindra sehingga mereka memiliki catatan sebagai partai dengan caleg terbanyak yang terkena kasus korupsi.
Lihat juga:Polisi Terus Godok Pengamanan Reuni Aksi 212 |
Hasto juga mempertanyakan kasus korupsi pada zaman Presiden Soeharto yang mana seluruh kekuasaan dipakai untuk melakukan korupsi, kolusi dan nepotisme. Hasto juga meyakini bahwa Prabowo mendapatkan manfaat dari kasus KKN tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Zaman Pak Harto, ketika seluruh kekuasaan dipakai untuk kroni-kroninya dan pak Prabowo termasuk keluarga yang saya yakin, ya ikut (ambil) manfaat dari situ," tutur Hasto kepada wartawan di Posko Cemara, Jakarta, Kamis (29/11).
Hasto Kristiyanto balik mengkritik Prabowo Subianto terkait pidato korupsi stadium empat. (CNN Indonesia/Safir Makki) |
"Apapun yang namanya pemimpin itu tugasnya harus berpolitik dengan bangga terhadap tanah air nya dan membangun martabatnya, tidak bisa di luar, cerita tentang hal yang kurang pas," tutur Hasto
Hasto menyatakan Presiden Jokowi telah melakukan langkah-langkah yang konkrit dalam penanganan kasus korupsi dan didukung sepenuhnya oleh PDI Perjuangan.
"Kami berikan pemecatan bagi mereka yang terkena kasus korupsi. Caleg Gerindra kan terbanyak yang kena kasus korupsi," kata dia.
Prabowo diundang dalam acara itu sebagai salah satu kandidat calon presiden RI. Di sana dia juga berbicara soal ketimpangan ekonomi di Indonesia. (din/ptr)
Hasto Kristiyanto balik mengkritik Prabowo Subianto terkait pidato korupsi stadium empat. (CNN Indonesia/Safir Makki)