"Kita Insyaallah lah coba diorganisir saja, saya coba ikut. Kalau harus berangkat dari sini kita akan datang. Insyaallah saya datang, lah," ujar Buni Yani kepada CNNIndonesia.com di kantor ormas dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jawara dan Pengacara (Bang Japar), Kamis (29/11).
Aksi ini menurutnya penting untuk mendapat perhatian mengingat Indonesia dibangun oleh kebanyakan orang beragama Islam. Namun ia menekankan Reuni Aksi 212 bukan bentuk konflik antara agama Islam dan agama lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini bukan [konflik] orang Islam sama apa ini. Ini soal orang ingin cari keadilan. Kalau kami itu merasa eksklusif mestinya kan enggak boleh dong yang non-muslim," jelas Buni.
Menurut dia tema tersebut penting mengingat Indonesia dibangun oleh umat beragama dan bisa menambah wawasan kebangsaan.
Lihat juga:Persiapan Reuni Aksi 212 Sudah 95 Persen |
Reuni Aksi 212 yang belangsung akhir pekan ini adalah peringatan Aksi Bela Islam yang dilakukan 2016 lalu.
Saat itu, massa yang mayoritas umat muslim melakukan aksi menuntut Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok diproses hukum atas penistaan agama karena menyinggung Surat Al-Maidah ayat 51.
Panitia penyelenggara mengklaim persiapan Reuni Aksi 212 pada 2 Desember di Monas nanti hampir rampung. "Persiapan sudah 95 persen," kata Panglima Laskar FPI, Maman Suryadi.
Menurutnya, massa aksi 212 sudah cukup dewasa menunjukkan bahwa umat Muslim bisa menyampaikan aksi dengan santun. Koordinasi dengan kepolisian dan pemerintah daerah, dalam hal ini Pemprov DKI, kata Maman, sudah intensif dilakukan.
"Satu juta bendera kalimat tauhid siap dikibarkan," kata Maman. (ani/wis)