Hari ini, dari jam sembilan pagi, ia berjalan kaki dari kediamannya di Tanjung Priok. Guru di salah satu sekolah menengah atas itu memilih berjalan kaki bersama rekan-rekannya. "Ingin ikut untuk acara Reuni besok," ujar guru mata pelajaran Bahasa Indonesia itu kepada CNNIndonesia.com.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alasan Navy datang adalah panggilan jiwa. Dia ingin mencicipi apa yang dirasakan oleh massa aksi yang juga melakukan longmarch dari Ciamis beberapa tahun lalu. Selain itu, kata Navy, hal itu pun berkaitan dengan biaya yang hanya seadanya. Serta dia ingin membantah tudingan sebagai massa bayaran dan nasi bungkus.
Alasan ke-12 muridnya itu pun dikatakan Navy, hampir mirip dengannya. Mereka disebutnya tersinggung karena dianggap sebagai massa bayaran. Baik Navy dan ke-12 muridnya itu pun diakui Navy sudah ikut aksi tersebut sejak awal diadakan yaitu pada 4 November 2016 hingga seterusnya.
"(Alasan murid) Yang pertama kami ingin merasakan apa yang saudara kita rasakan yang tempo hari jalan kaki dari Ciamis ke Monas, kami pun punya biaya apa adanya, kami pun masih hidup dari orang tua tapi satu kami cinta pada agama kami," ucapnya.
Ingin Bertemu Prabowo
Lain Navy, lain juga alasan yang dipaparkan oleh Abdul Rozak. Pria asal Jombang itu datang seorang diri dengan menggunakan kereta untuk mencapai Monas.
Rozak mengatakan keinginan dia ke aksi Reuni 212 adalah untuk bertemu Prabowo Subianto. Alasannya, karena Rozak penasaran dengan Prabowo.
Rozak mengklaim seringkali berkomentar di kolom komentar Facebook yang digunakan oleh Prabowo. "Ingin bertemu Pak Prabowo Subianto," ujarnya.
Meskipun belum tahu apakah Prabowo akan hadir atau tidak, Rozak mengaku tidak masalah. Hal terpenting baginya karena dia telah berusaha.
"Itu kan urusan mereka. (Prabowo) Sudah tahu saya," tuturnya. (gst/ain)