"Berbagai upaya telah dilakukan seluruh rakyat Indonesia untuk mendesak Presiden Joko Widodo agar bertindak konkret, namun sampai saat ini semua belum membuahkan hasil," ujar Ketua WP KPK Yudi Purnomo melalui pesan singkat, Minggu (2/12).
Yudi menilai Jokowi terlalu lemah hingga terkesan tak memiliki kuasa untuk membongkar kasus Novel. Sementara sejumlah pejabat terkait yang dekat dengan presiden, menurut Yudi, justru melempar tanggung jawab itu kepada pihak lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk itu kami kesekian kalinya menuntut Presiden Jokowi hadir dan melakukan tindakan sebagaimana layaknya seorang presiden membongkar kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan," lanjut Yudi.
Novel diketahui mengalami kerusakan pada matanya pasca disiram air keras pada 11 April 2017. Hingga kini, pelaku penyiraman air keras yang menyebabkan rusaknya mata Novel belum ditemukan, bahkan belum terlihat titik terang pengusutan kasusnya. (pris/stu)