"Tidak akan berpengaruh signifikan untuk konteks Pilpres," kata Maman saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (3/12).
Politikus PKB itu mengatakan seruan dari Rizieq akan efektif apabila dilakukan dalam lingkup politik kecil seperti di level pemilihan kepala daerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, kasus yang sama tak terjadi di Pilpres 2019. "Makanya beda [Pilpres] dengan Pilkada DKI," ujar Maman.
"Isu itu sangat sensitif. Bisa membuat sebagian masyarakat terpengaruh," kata pria yang juga memiliki jabatan Ketua Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tersebut.
Massa Reuni Alumni Aksi 212 memadati kawasan Monas dan sekitarnya, Jakarta Pusat, 2 Desember 2018. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan) |
"Jadi saya yakin Jokowi akan tetap dipilih rakyat Indonesia untuk periode 2019-2024," kata dia.
Sebelumnya, dalam rekaman suaranya yang diperdengarkan di tengah Reuni Alumni 212, Rizieq menilai dalam beberapa tahun terakhir sejumlah pembiaran dilakukan di antaranya soal perlindungan terhadap pelaku penodaan agama.
Selain itu, dia juga menyinggung soal utang dan ekonomi riba, kebohongan yang dibiarkan hingga kemaksiatan. Oleh karena itu, Rizieq meminta umat Islam meneruskan amanat perjuangan dalam Pilpres dan Pileg pada 2019.
"Bahwasanya di Pilpres haram memilih capres dan caleg yang diusung partai yang diusung partai penista agama," kata Rizieq dalam rekaman yang diperdengarkan dalam reuni 212 yang berlangsung di kawasan Monas, Minggu (2/12).
Massa Reuni Alumni Aksi 212 memadati kawasan Monas dan sekitarnya, Jakarta Pusat, 2 Desember 2018. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)