Kabid Humas Polda Papua Komisaris Besar Ahmad Musthofa Kamal mengatakan pihaknya bersama TNI menerjunkan personel gabungan guna mengecek informasi tersebut. Selain itu, kata dia, personel juga dikerahkan untuk mengevakuasi korban dan menangkap para pelaku.
Ahman menjelaskan, polisi menerima informasi mengenai laporan pembunuhan atas pekerja proyek Istaka Karya itu sekitar pukul 15.30 WIT Minggu (2/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, pada 1 Desember 2018, sekitar pukul 20.30 WIT, manajer proyek PT Istika Karya paket pembangunan jembatan Habema-Mugi, Cahyo, menerima telepon dari nomor seluler yang biasa dipegang koordinator lapangan, Jhoni. Namun, Cahyo mengaku tak paham maksud pembicaraan orang yang meneleponnya tersebut.
Sementara itu, pada tanggal yang sama berdasarkan informasi dari Pos Satgaspamrahwan 755/Yalet di Napua-Wamena pada pukul 04.00 WIT tercatat satu mobil Strada yang disopiri MS dengan muatan BBM Solar milik PT Istaka Karya menuju Camp Istaka Karya di Distrik Yigi. Di dalam mobil itu turut dibawa lima orang pegawai dengan membawa 5 orang pegawai dan tiba kembali di Wamena pada pukul 18.30 WIT.
Selanjutnya, kata Ahmda pada 1 Desember 2018 pukul 02.00 WIT tercatat dua mobil menuju ke Camp Distrik Yigi dengan masing-masing membawa 15 orang pekerja proyek dari PT Istaka Karya.
Pada tanggal 2 Desember 2018, pukul 20.00 WIT satu mobil Strada kembali ke Wamena dan pada hari hari Senin tanggal 3 Desember 2018 1 mobil Strada kembali lajuran dari Wamena ke Distrik Mbua Kabupaten Nduga.
Dari informasi bahwa satu mobil Strada yang membawa 15 orang pekerja proyek dari PT Istaka Karya sampai saat ini belum kembali ke Wamena.
Mendapat informasi tersebut pada hari Senin tanggal 3 Desember 2018 pukul 15.30 WIT, personel gabungan Polri dan TNI yang dipimpin Kabag Ops Polres Jayawijaya AKP R.L. Tahapary bergerak dari Wamena menuju Distrik Yigi Kabupaten Nduga. "Namun saat tiba di kilo meter 46, tim bertemu dengan salah satu mobil dari arah Distrik Bua dan menyampaikan untuk tim segera balik karena jalan diblokir oleh Kelompok Kriminal Bersenjata," ucap Ahmad. (mts/kid)