Usamah menyatakan biaya umrah Parmusi berasal dari kantong perusahaannya, Dharmapena Citra Media.
"Tidak benar bila Pak Irgan dan Pak Puji Suhartono membantu dana Rp100juta buat umrah Parmusi Maret 2018 lalu," kata Usamah kepada CNNIndonesia.com, Selasa (4/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usamah mengaku sempat bertemu dengan Irgan saat berada di Makkah. Usamah menyatakan mendengar dari rekan-rekannya bahwa Irgan membagikan uang kepada peserta umrah Parmusi untuk membeli oleh-oleh.
Terdakwa suap APBN-P 2018 Yaya Purnomo, Jakarta, , 6 Mei. ((CNN Indonesia/Dhio Faiz)) |
"Saya juga sudah tiga tahunan tak pernah bertemu Puji," tuturnya.
Saat bersaksi untuk terdakwa Yaya Purnomo, terdakwa gratifikasi terkait pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Insentif Daerah (DID) pada RAPBN-P 2018, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (3/12), Puji Suhartono mengakui menerima uang dari Yaya, yang juga mantan pegawai di Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan, sejumlah Rp200 juta.
"Waktu itu Pak Irgan sampaikan, bisa enggak bantu teman-teman untuk umroh. Jadi saya sampaikan ke Pak Yaya. Kemudian, Pak Yaya akhirnya bisa bantu," kata dia.
Puji mengaku juga menjabat sebagai Wabendum Parmusi. Sebagai Wabendum, dirinya diminta membantu untuk pembiayaan umrah. Namun, Puji tak mengetahui pasti jumlah peserta umrah yang berangkat pada awal tahun ini.
"Iya dari Pak Puji. Saya minta bantuan untuk umrah, dan dia mau bantu untuk teman-teman Parmusi," kata Irgan yang juga menjadi saksi dalam sidang kemarin.
Irgan beralasan meminta bantuan kepada Puji lantaran menjabat sebagai wabendum Parmusi dan PPP. Menurutnya Puji salah satu donatur yang sering membantu keuangan organisasi. Puji juga seorang pengusaha denngan bendera PT Dewata Insan Lestari Indotama.
(arh)
Terdakwa suap APBN-P 2018 Yaya Purnomo, Jakarta, , 6 Mei. (