Pasalnya, kata dia, informasi terkait kasus pembunuhan pekerja proyek jembatan itu terbilang simpang siur.
Jokowi sendiri mengaku mengenal medan Kabupaten Nduga yang terjal dan minim akses komunikasi. Oleh karenanya, ia meminta detail kasus itu terkonfirmasi terlebih dulu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jokowi mengatakan pembangunan infrastruktur di Papua memang rentan dengan masalah keamanan. Karena itu, pengamanan ekstra dibutuhkan demi menjalankan proyek infrastruktur di Papua, seperti melibatkan unsur TNI.
"Pembangunan infrastruktur di Papua terus berlanjut. Kita tidak takut dengan hal seperti itu. Tapi kita tahu, pembangunan di tanah Papua medannya sangat sulit dan masih ada gangguan keamanan seperti itu," ucapnya.
Presiden RI Joko Widodo (kedua kanan) saat menggunakan sepeda motor trail meninjau proyek Jalur Trans Papua didampingi Panglima TNI terdahulu Jenderal (TNI) Gatot Nurmantyo (kanan), 10 Mei 2017. (ANTARA FOTO/Iwan Adisaputra) |
Pembunuhan terhadap para pekerja proyek Istaka Karya terjadi pada hari Minggu 2 Desember 2018 di Kali Yigi dan Kali Aurak Distrik Yigi Kabupaten Nduga. Pembunuhan ini diduga dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB).
Awalnya, dilaporkan 24 pekerja tewas dibunuh KKB dan 10 lainnya berhasil melarikan diri. Pekerja yang melarikan diri itu diamankan tokoh masyarakat setempat namun belum dapat dipastikan perkembangan terbarunya akibat sulitnya komunikasi.
Tonton juga video: Pembunuh Pekerja Proyek Papua Pernah Serang Warga
[Gambas:Video CNN]
(kid/glh/kid)
