"Betul, satu anggota gugur dan satu luka tembak," kata Wakil Kepala Penerangan Kodam XVII/Cendrawasih, Letkol Infatneri Dax Sianturi kepada CNNIndonesia.com, Selasa (4/12).
Identitas anggota Yonif 755/Yalet yang tewas maupun luka tembak belum diketahui. Pun demikian jumlah pelaku penyerangan belum dapat diketahui.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pasukan gabungan TNI-Polri yang diberangkatkan dari Wamena menuju Distrik Yigi telah link up dengan Pos Yonif 755/Yalet di Distrik Mbua," katanya.
"Pasukan gabungan ini masih berada di Distrik Mbua untuk melakukan penyisiran," ujar Dax.
Meski demikian, Dax sendiri belum mengetahui kerusakan Pos Yonif 755/Yalet usai penyerangan tersebut.
"Saya baru dapat laporan tentang korban," kata Dax.
Lebih jauh dia mengatakan, untuk para korban, baik tewas maupun luka akan dievakuasi oleh pasukan gabungan sore ini. Mereka akan dievakuasi dengan helikopter.
"Tapi rencana dapat berubah tergantung kondisi cuaca," kata dia.
Kejadian ini hanya berselang kurang lebih 24 jam dari peristiwa pembunuhan 31 pekerja proyek jembatan di Distrik Yigi oleh KKB pada Minggu (2/12) sore. Distrik Yigi dengan Distrik Mbua sendiri berjarak sekitar 10 kilometer dengan medan yang cukup berat.
"Sekitar 10 km dan belum ada jalan, dengan medan yang cukup berat," ujar Dax.
Tonton juga video: Pasukan Gabungan TNI-Polri Siaga di Wamena
[Gambas:Video CNN] (rzr/osc)