"Banyak hal yang harus diperbaiki. Terutama kebijakan pada guru-guru ngaji yang punya keikhlasan dan keinginan memperkuat rohani anak bangsa. InsyaAllah saya tampung aspirasinya," ujar Sandiaga dalam acara bertajuk Curhat Kyai Kampung kepada Bang Sandi yang digelar di Hotel Syariah Radho, Kota Malang, Kamis (6/12/2018).
"Kami akan mensejahterakan guru ngaji dan kyai. Kami akan bikin One Kyai for One Center Enterpreneurship, satu kyai dengan satu pusat pelatihan wirausaha. Jadi desa bisa mandiri, guru ngaji juga punya penghasilan lebih," ujarnya.
Dalam acara tersebut kyai dan ustadzah yang datang dari berbagai pelosok desa di Malang mengungkapkan keluhan kepada Sandi, yaitu minimnya peningkatan kesejahteraan serta kenaikan harga kebutuhan pokok yang tidak seimbang dengan kenaikan penghasilan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu Salim Asegaf menyebut biaya listrik yang tinggi juga membebani kehidupan para kyai kampung.
Sandiaga merespons ucapan Salim dengan mengatakan bahwa ia juga ingin menciptakan swasembada energi mulai dari desa, selain swasembada pangan.
"Masalah energi ini harus ada solusinya. Bangsa ini kaya dengan sinar matahari. Sudah harus kami pikirkan untuk swasembada energi surya dengan membatasi energi fosil. Energi yang terbarukan," kata Sandi.
Selanjutnya, mantan pengusaha ini juga menyatakan bahwa bersama Prabowo Subianto dia akan menggerakkan ekonomi rakyat melalui kebijakan ekonomi yang menciptakan dan menyediakan lapangan kerja, serta membuat harga-harga kebutuhan bahan pokok terjangkau dan stabil.
(vws/*)