"Dari kejadian di Nduga terkesan tidak ada keterpaduan. Tanggal 1 Desember adalah hari ultah OPM, masa intelijen tidak ada peringatannya untuk waspadai itu, ini harus dievaluasi," kata Ketua Umum PPAD Kiki Syahnakri, saat konferensi pers di Gedung PPAD, Jakarta Timur, Jumat (7/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di tempat yang sama, Ketua Bidang I Kejuangan PPAD Soekarno menyebut intelijen di Indonesia memiliki mekanisme yang bagus. Sayangnya, kata dia, penerapan mekanisme yang telah disusun itu belum maksimal.
"Kalau bisa diintegrasikan, diefektifkan, dia bisa menjadi penerima informasi pertama. Kalau bisa diorganisir yang baik itu bagus. Babinsa dan Kamtibmas itu mekanisme yang bagus demi keamanan negara," tuturnya.
Diketahui, kejadian penembakan terhadap puluhan pekerja proyek PT Istaka Karya terjadi pada Minggu (2/12) sekitar pukul 15.30 WIT. Aksi itu dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kali Yigi Aura Distrik Yigi Kabupaten Nduga.
Lihat juga:'Propaganda' NKRI di Bumi Cenderawasih |
(arh)