Para pedagang datang satu persatu sejak pukul 11.00 WIB dalam peresmian skybridge ini. Tidak sedikit dari mereka yang datang dengan wajah sumringah sambil memeriksa dan memotret kios-kios yang ada di JPM tersebut.
Hari ini memang sedang dilakukan ujicoba integrasi skybridge dengan gate stasiun Tanah Abang. Bertepatan dengan itu dilakukan juga penandatanganan surat perjanjian penempatan kios di Skybridge dan pembagian name tag kepada pedagang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rencananya ia akan menempati kios nomor 413 yang sebelumnya telah ditetapkan oleh PD Pembangunan Sarana Jaya melewati proses pengundian.
Lihat juga:VIDEO: Menjajal Skybridge Tanah Abang |
"Lumayan sudah dikasih fasilitas kayak gini bagus. Kan istilahnya kita enggak diuber-uber Satpol PP, hujan enggak kehujanan. Panas enggak kepanasan, Alhamdulillah," ujarnya.
Selain itu Ijah pun merasa tidak keberatan dengan jumlah uang yang harus dibayar untuk service charge sebesar Rp500 ribu per bulan.
"Terjangkaulah. Untuk uang kebersihan dan lain-lain," kata Ijah.
Sebanyak 446 kios akan ditempati oleh pedagang setelah peresmian Skybridge dilakukan. Sementara itu ada 149 pedagang lainya yang akan dialihkan ke kios-kios di Blok F.
Selain tatanan kios yang cukup rapih, terdapat garis kuning di sisi depan kios yang nanti akan membatasi dagangan-dagangan agar tidak mengganggu tempat pejalan kaki.
Pedagang lainnya, Wendi (40) juga antusias dengan pembagian kios ini. Dia bahkan langsung memeriksa kiosnya dan berharap pembeli akan lebih ramai karena dekat dengan pintu keluar Stasiun Tanah Abang.
"Dilihat dari pintu stasiun dibuka ya kemungkinan akan ramai. Kita berdoa aja supaya ramai," ujar Wendi.
"Bersyukur, terima kasih lah. Mau lebih ramai lebih rapih. Mudah-mudahan. Bersyukurlah ya punya tempat enak," kata Uun.
Pedagang yang akan menempati 446 kios di Skybridge menerima nametag dan surat perjanjian dari pengelola. (CNN Indonesia/Aini Putri Wulandari). |
Hal ini karena pembagian tersebut dilakukan perlahan supaya tidak mengganggu pejalan kaki.
"Karena sudah dibuka untuk publik kan kita beri ruang juga untuk pejalan kaki," jelasnya.
JPM sendiri terdiri atas tiga lajur yakni barisan lapak untuk PKL yang dibatasi garis warna kuning sebagai wilayah mereka, jalur pedestrian, dan jalur kuning timbul bagi difabel.
Mulanya, JPM alias skybridge Tanah Abang ini dijadwalkan rampung pada 23 November lalu. Tapi, sejumlah kendala membuat pengerjaannya molor. Salah satu hambatannya terkait dengan evaluasi arus penumpang Stasiun Tanah Abang setelah skybridge terbangun dan tersambung dengan pasar. (ani/osc)
