Jokowi mengingatkan bahwa kritik harus disampaikan dengan tepat dan memiliki dasar. Penyampaian dan dasar yang benar diyakini membuat pemerintah berjalan lebih baik di masa mendatang.
"Kalau mau Indonesia baik, kalau mau hidup maju kita membutuhkan kritik-kritik yang berbasis data. Tapi bukan pembodohan atau kebohongan, bukan narasi yang menebar pesimisme, narasi yang menakut-nakuti," kata Jokowi di Istana Negara, Senin (10/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Jokowi Humas berperan penting dalam membangun kepercayaan masyarakat dan reputasi Indonesia. Sebab, Humas bertugas memberitahukan kebijakan serta kinerja badan dan lembaganya kepada masyarakat.
Menurutnya, hal itu diperlukan sebab saat ini masyarakat benar-benar dapat memperoleh banyak informasi bebas dan tak jarang yang bohong atau fitnah.
"Oleh sebab itu ada kita bersama-sama tetap terus menebarkan optimisme terus bicara narasi-narasi yang mencerdaskan bangsa, narasi yang saling menginspirasi, saling berkolaborasi sehingga reputasi semakin terhormat, semakin bermartabat," tutur mantan Gubernur DKI Jakarta ini.