"Inilah cara politik yang enggak beradab. Masih terus antek asing, Jokowi antek asing. Antek asing yang di mana?" kata Jokowi saat memberikan sambutannya di acara Rakernas Relawan Bravo-5 di Ancol, Jakarta Utara, Senin (10/12).
Jokowi menunjuk upaya pemerintah ihwal pengambilalihan blok Mahakam yang kini diserahkan ke Pertamina. Begitu juga dengan langkah divestasi 51 persen saham Freeport. "Freeport sudah 40 tahun kita diberi sembilan persen, semua diem, enggak ada yang ngomong," ujar Jokowi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi saya maju terus," ujarnya.
"Antek aseng lagi, ini dari mana sih? 10 juta wisatawan dibelokkan jadi 10 juta TKA. Padahal kalau kita lihat, jumlah TKA Tiongkok di Indonesia 24 ribu, kalau kita lihat TKA kita di Hong Kong 140 rubu, di Taiwan 200 ribu. Lebih banyak yang di sana daripada di sini," kata Jokowi menegaskan.
Fitnah Anak Turunan PKI
Pada kesempatan itu Jokowi juga kembali mengungkap kegeramannya terkait fitnah dirinya berdarah Partai Komunis Indonesia. Jokowi mengaku itu merupakan isu lama, namun terus digoreng oleh pihak-pihak yang ingin menjelekkannya.
"Isu saya PKI sudah masuk di Jateng, Jabar, Depok Bogor Sukabumi, sudah mulai lagi, isunya ya itu-itu aja, isu PKI," kata Jokowi.
Lihat juga:Jokowi soal Fitnah dan Hoaks: Sudah Biasa |
Kepada para relawan yang hadir, Jokowi pun menegaskan silsilahnya dengan menelusuri ke banyak kiai dan dan masjid-masjid di kampung halamannya.
"Saya tanya ke sana, kakek-nenek saya di Solo. Saya sampaikan, keluarga saya, keluarga besar bapak-ibu saya, kakek-nenek saya semua Muslim. Tidak ada satu pun yang pernah PKI," ujarnya. (tst/ain)