Jokowi Jadi Presiden Pertama yang Sambangi Kantor Komnas HAM

CNN Indonesia | Selasa, 11/12/2018 12:13 WIB
Jokowi Jadi Presiden Pertama yang Sambangi Kantor Komnas HAM Presiden Joko Widodo. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo dijadwalkan menghadiri peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Internasional 2018 di Gedung Komnas HAM, Jakarta Pusat, Selasa (11/12).

Ini kali kedua Jokowi mendatangi gedung Komas HAM. Pertama saat dirinya masih menjabat sebagai Gubernur DKI, dan kedua hari ini, saat dirinya menjabat sebagai Presiden.

Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Haksara mengatakan jika Jokowi benar hadir, ia akan jadi presiden Indonesia pertama yang menyambangi Komnas HAM setelah lembaga ini resmi berdiri selama kurang lebih 25 tahun di Indonesia.


Dari agenda yang diterima CNNIndonesia.com, Jokowi akan tiba sekira pukul 13.30 WIB di Komnas HAM.

"Sebagai presiden ini sejarah. Karena untuk pertama kalinya sejak Komnas HAM berdiri, presiden akan datang ke gedung ini," kata Beka di Gedung Komnas HAM, Jakarta.

Komnas HAM diakui Beka sengaja mengundang Jokowi dalam kapasitasnya sebagai orang nomor satu di Indonesia. Namun dia mengatakan undangan serupa juga dilayangkan kepada setiap presiden yang menjabat, sejak Komnas HAM berdiri.

"Belum pernah ada yang datang (presiden sebelumnya). Saya enggak tahu alasannya apa tapi mungkin karena pertimbangan tertentu," kata Beka.
Jokowi Jadi Presiden Pertama yang Sambangi Kantor Komnas HAMKantor Komnas HAM di Jakarta Pusat. (CNN Indonesia/Safir Makki)

Beka juga tak menampik bahwa selama empat tahun menjabat, Jokowi belum mampu menuntaskan berbagai permasalahan HAM, khususnya beberapa kasus pelanggaran HAM berat yang terjadi di masa lalu.

"Kalau rekam jejak soal penyelidikan atau penyelesaian kasus pelanggaran HAM berat memang belum banyak langkah berarti selama empat tahun ini," kata dia. 

Lewat momen ini, kata Beka, Komnas HAM ingin meminta Jokowi berkomitmen lebih terhadap kemajuan dan penegakan HAM di Indonesia.

"Sepertinya Presiden menangkap pesan itu dan mau datang ke Komnas HAM. Mari kita tunggu seperti apa dia, artinya kami harap komitmen yang disampaikan presiden akan ditindaklanjuti dengan langkah nyata," katanya.

Delapan Rekomendasi

Beka menyebut Komnas HAM akan menyerahkan delapan butir rekomendasi kepada Presiden Jokowi terkait penyelesaian kasus pelanggaran HAM di Indonesia.

Kata Beka delapan rekomendasi itu terdiri menyangkut lima isu utama yang kerap bersinggungan dengan permasalahan HAM di negara ini.

"Isunya ada lima; pertama rekomendasi soal intoleransi kaitannya kondisi intoleransi di Indonesia, kedua penyelesaian konflik agraria, ketiga penyelesaian pelanggaran HAM yang berat di masa lalu, keempat kepatuhan rekomendasi, dan terakhir soal revisi undang-undang," kata Beka.

Beka berkata Komnas HAM sebenarnya terus berupaya memberikan rekomendasi kepada pihak yang bersangkutan. Namun rekomendasi itu tidak pernah dipatuhi. Dengan memberikan rekomendasi kepada Jokowi, Komnas HAM berharap Jokowi bisa mengeluarkan kebijakan agar rekomendasi Komnas HAM dapat dipatuhi.

"Kami meminta presiden untuk mengeluarkan kebijakan supaya aparat pemerintah baik pusat maupun daerah mematuhi rekomendasi yang diberikan Komnas HAM," kata dia. (tst/wis)