Hal ini disampaikan Wiranto menanggapi kabar penggunaan bom yang beredar di masyarakat.
"Saat ini memang ada isu bahwa TNI pakai bom, enggak ada. Tapi kalau kita gunakan granat pelontar iya," ujar Wiranto di kantornya, Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (11/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau bom dijatuhkan dari udara, (kalau granat) ini dilontarkan dari senapan. Jadi jangan sampai ada berita simpang siur," kata mantan Panglima ABRI itu.
Menurut pengakuan korban penyerangan yang selamat, kata Wiranto, keempatnya berhasil melarikan diri karena hanya mengalami luka bacok.
"Kami harap (mereka) bisa ditemukan dalam keadaan hidup, karena mereka ini pahlawan pembangunan sebenanrnya," kata dia.
Kelompok Kriminal Bersenjata menyerang pekerja proyek Istaka Karya pada 2 Desember 2018 sekitar pukul 15.30 WIT. Penembakan tersebut terjadi di Kali Yigi dan Kali Aura, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga. Belasan orang meninggal ditembak KKB.
Kelompok Egianus Kogoya mengaku bertanggung jawab dalam aksi penyerangan itu.
Polda Papua telah membentuk tim khusus untuk mengejar kelompok tersebut. Kapolda Papua Isnpektur Jenderal Martuani Sormin mengklaim pembentukan tim itu juga didukung Kodam XVII/Cenderawasih.