"Orang yang ramah, sopan, sangat rendah hati, menolong orang lain, penyayang, itu kan sifat-sifat ilahi. Kita bukan menciptakan orang setengah dewa lagi, kita menciptakan orang mirip Tuhan sekarang," kata Saut dalam Rapat Koordinasi Nasional Implementasi Pendidikan anti-Korupsi di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Selasa (11/12).
Saut menjelaskan pendidikan karakter antikorupsi ini akan diadopsi dari sembilan poin integritas KPK, yakni jujur, peduli, berani, mandiri, tanggung jawab, sederhana, adil, kerja keras, dan disiplin.
Dalam merumuskan kurikulum itu KPK akan mendapat bantuan dari beberapa kementerian yang memiliki keahlian di sejumlah bidang tertentu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lembaga-lembaga itu akan digandeng untuk merumuskan serta menerapkan kurikulum pendidikan karakter antikorupsi dari jenjang SD hingga perguruan tinggi.
"Kami tidak paham pedagogi karena kami sebetulnya digaji untuk menangkap orang saja," canda Saut mengundang tawa.
Setelah penandatangan, setiap kementerian berkewajiban untuk menyusun, menyiapkan, mendistribusikan, menerapkan, dan mengawasi pendidikan karakter antikorupsi. Materi kurikulum tersebut wajib diterapkan selambat-lambatnya Juni 2019.
"Ini bagaimana kita mempersiapkan mereka untuk bisa bernegosiasi dengan pihak asing. Bukan soal bahasa Inggris, ini soal karakter. Jepang tidak bisa bahasa Inggris, tapi negosiasinya sangat tough," ucap Saut.