Sesumbar Potong Leher, Gerindra Soroti Premanisme La Nyalla

CNN Indonesia | Selasa, 11/12/2018 20:46 WIB
Sesumbar Potong Leher, Gerindra Soroti Premanisme La Nyalla Politikus Gerindra menilai La Nyalla memperlihatkan cara-cara yang kurang beradab dalam berpolitik karena menantang potong leher jika Prabowo menang di Madura. (CNN Indonesia/Ramadhan Rizki Saputra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra, Andre Rosiade mengatakan Ketua MPW Pemuda Pancasila Jawa Timur, La Nyalla Mahmud Mattalitti takabur dan jumawa sesumbar potong leher jika pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menang di Madura.

Andre menyatakan La Nyalla tengah memperlihatkan cara-cara yang kurang beradab dalam berpolitik.

"Terkesan takabur dan jumawa. Itu kan cara-cara premanisme. Itu kurang beradab dalam berpolitik," kata Andre kepada CNNIndonesia.com, Selasa (11/12).



Juru Bicara Prabowo-Sandi itu pun menyebut La Nyalla tak memberikan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat di tengah kontestasi Pilpres 2019. Andre pun tak yakin La Nyalla bakal melakukan potong leher bila nantinya Prabowo menang di Madura.

"Kita sudah tahu di kubu sebelah ada yang mau potong kuping kalau Ahok kalah. Saya tidak yakin. Ini bukan pendidikan politik yang baik," tuturnya.

Andre meminta Presiden Joko Widodo selaku petahana atau Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf menegur La Nyalla yang tak memberikan pendidikan politik serta melakukan politik dengan cara tak beradab.

"Saya rasa Pak Jokowi atau TKN Jokowi harus tegur Pak La Nyalla. Karena ini bukan cara berpolitik yang santun, yang beradab," kata dia.

Gerindra Nilai La Nyalla Kurang Beradab Tantang Potong LeherCalon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Andre optimistis Prabowo-Sandi tetap unggul di wilayah yang identik dengan carok itu. Menurutnua, masyarakat di Pulau Madura mengingingkan perubahan bersama Prabowo-Sandi. Andre mengklaim selama empat tahun, Jokowi tak memberikan perubahan.

"Di zaman Pak Jokowi, Madura sampai sekarang daerah yang masyarakatnya, khusunya anak-anak yang gagal tumbuh atau gizi buruk. Dalam empat tahun kepemimpinan Pak Jokowi tentu masyarakat Madura menginginkan perubahan bersama Pak Prabowo," ujarnya.


Pada Pilpres 2014, pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla kalah dari Prabowo-Hatta Rajasa di empat kabupaten di Madura. Berdasarkan hasil rekapitulasi KPU, total perolehan suara Prabowo-Hatta di Pulau Madura sebanyak 830.968, sementara Jokowi-JK berjumlah 692.631 suara.

Sebelumnya, La Nyalla optimistis pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin akan memetik kemenangan di Pulau Madura pada Pilpres 2019. Bahkan, mantan Ketua Umum PSSI itu menantang potong leher dirinya bila Prabowo-Sandi bisa menang di pulau yang masuk wilayah Jawa Timur itu.

"Saya kan sudah ngomong, potong leher saya kalau Prabowo bisa menang di Madura," kata La Nyalla saat ditemui di kediaman Ma'ruf Amin, Menteng, Jakarta, Selasa (11/12).
(fra/pmg)