Keberadaan triplek itu membuat warga maupun pengendara yang melintas di depannya tak bisa menengok kondisi Polsek Ciracas usai aksi perusakan dan pembakaran. Warga hanya bisa melihat petugas polisi atau petugas penanganan sarana dan prasarana umum (PPSU) yang sesekali keluar gerbang sambil mengangkat puing-puing dari dalam polsek.
Beberapa jam sebelumnya atau pada Selasa (11/12) sekitar pukul 22.00 WIB, massa tak dikenal yang berjumlah sekitar 200 orang mendatangi Mapolsek Ciracas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agus menjelaskan bahwa polisi tengah memburu pelaku pengeroyokan itu. Namun, diduga karena emosi massa akhirnya berbuat anarkis dengan merusak sejumlah ruangan.
Kondisi Polsek Ciracas pascaperusakan oleh massa tak dikenal. (CNN Indonesia/Dhio Faiz) |
Tak hanya itu, massa pun merusak kendaraan operasional polisi dan kendaraan umum yang terparkir di halaman Polsek Ciracas. Sedikitnya sembilan unit kendaraan operasional polisi rusak. Kaca mobil hancur.
Pagi ini, situasi di sekitar Polsek Ciracas, sudah kondusif. Tak terpantau ada konsentrasi massa. Warga sekitar beraktivitas normal.
Lalu lalang kendaran di jalan Raya Bogor terpantau ramai lancar. Sekitar lima anggota polisi lalu lintas terlihat mengatur arus kendaraan yang datang dari Cibinong dan Kramat Jati.
Sementara itu kepolisian masih mencari tahu identitas massa penyerang dan motif serangan terhadap Polsek Ciracas.
Kondisi Polsek Ciracas pascaperusakan oleh massa tak dikenal. (CNN Indonesia/Dhio Faiz)