Istana Buka Suara Soal Dugaan Surat Terbuka OPM untuk Jokowi

CNN Indonesia | Rabu, 12/12/2018 14:55 WIB
Istana Buka Suara Soal Dugaan Surat Terbuka OPM untuk Jokowi Sekretaris Kabinet Pramono Anung. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan Presiden Joko Widodo sudah mengetahui surat terbuka yang diduga dikirimkan Organisasi Papua Merdeka (OPM) kepadanya. Namun pihak Istana enggan terlalu mengurusi surat terbuka tersebut karena penulisnya maupun pengirimnya bisa siapa saja.

"Sudah tahu, tapi kami tidak terlalu (fokus) ini, karena kami tidak tahu siapa orangnya dan sekarang ini bisa siapa saja yang menulis," kata Pramono di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (12/12).

Sebelumnya, tersebar surat terbuka berkop Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) yang terdiri dari tiga halaman. Tak tertera alamat fisik kantor dan hanya mencantumkan email serta nomor ponselnya.


Surat yang ditandatangani Kepala Staf Umum TPNPB Mayor Jenderal Teryanus Satto ini menyatakan penolakan pembangunan infrastruktur yang pemerintah lakukan di Papua Barat.

"Rakyat Papua inginkan hak politik penentuan nasib sendiri (Self Determination) dan ingin pisah dari Indonesia untuk merdeka penuh dan berdaulat dari penjajah Indonesia," bunyi surat itu.

TPNPB meminta pemerintah menghentikan pembangunan jalan Trans Papua dan mendesak agar pasukan militer ditarik dari Kabupaten Nduga. Mereka juga meminta pemerintah mengizinkan jurnalis asing, palang merah internasional, dan Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) masuk ke Nduga.

Mereka mengancam akan terus memerangi Indonesia jika pemerintah tidak mengabulkan permintaannya.

Sementara itu, Pramono menyatakan pemerintah membangun infrastruktur di sana karena sangat dibutuhkan masyarakat sekitar. Sikap OPM yang menolak pembangunan infrastruktur menunjukan tidak pro terhadap rakyat Papua.

"Katakanlah siapa pun yang mengatakan seperti itu, menyatakan tidak butuh rakyatnya disejahterakan, itu semakin menunjukkan mereka tidak ingin masyarakat Papua semakin sejahtera," ucapnya.

Tonton juga video: Moeldoko Minta Kasus Papua Dilihat Berimbang
[Gambas:Video CNN] (chri/osc)