Juru Bicara TKN, TB Ace Hasan Syadizily mengatakan bantuan klarifikasi itu sebagai konsekuensi permintaan maaf La Nyalla atas tindakannya menyebar isu hoaks terhadap Jokowi di Pilpres 2014 yang hingga kini masih digunakan sebagai alat politik di Pilpres 2019.
"Salah satu bentuk tebusan untuk mengakui atas dosanya tersebut, beliau berjanji akan menyampaikan bahwa berita yang dulu dia sebarkan sama sekali tidak benar," ujar Ace di Rumah Cemara, Jakarta, Rabu (12/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sehingga Pak Jokowi dalam berbagai kesempatan selalu menyampaikan klarifikasi-klarifikasi tersebut," ujarnya.
Terkait sosok La Nyalla, Ace menilai merupakan sosok penting di balik tim kampanye Prabowo Subainto-Hatta Rajasa di Pilpres 2014. Ia berkata La Nyalla merupakan salah satu pihak yang menyebarkan berita hoaks terhadap Jokowi.
"Oleh karena itu, makna penting dari pertemuan Pak La Nyalla Mattalitti dengan Pak Maruf Amin sesungguhnya banyak hal yang diklarifikasi tentang pola dari penyebaran hoaks pada 2014 lalu," ujar Ace.
Di sisi lain, Ace menegaskan Jokowi tidak akan menuntut secara hukum atas tindakan yang pernah dilakukan oleh La Nyalla. Ia berkata Jokowi selalu memafkan semua pihak yang sudah mengakui kesalahannya dan bertaubat.
"Pak Jokowi adalah figur yang sangat memaafkan. Jadi menurut kami apa yang dilakukan Pak La Nyalla adalah sikap yang terpuji juga," ujarnya.
Lebih dari itu, Ace menilai isu hoaks tak begitu laku di media elektornik maupun cetak. Namun, ia berkata isu hoaks terhadap Jokowi di media sosial masih cukup kuat terpatri di dalam persepsi pemilih.
"Oleh karena itu, dari apa yang disampaikan oleh Pak La Nyalla itu menunjukkan implikasi dari penyebaran berita hoaks itu dan itu nyata terjadi pada Pilpres 2014 itu masih sangat kuat terpatri di masyarakat kita," ujar Ace. (jps/osc)