Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini menilai selama empat tahun terakhir warga Madura kerap mengeluh sulit mendapat pekerjaan. Sementara komoditas unggulan di Madura seperti garam juga dinilai belum optimal.
"Mereka bisa jadi swasembada energi, swasembada pangan, juga swasembada air," tutur Sandi saat ditemui di acara penghargaan Moeslim Choice Awards di Hotel Pullman, Jakarta, Rabu (12/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataan Sandi ini merupakan jawaban atas ucapan La Nyalla Mattaliti yang begitu optimis pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin akan memenangi mayoritas pemilih di Madura pada Pilpres 2019 nanti. Begitu optimisnya La Nyalla, ia sampai berani menantang lehernya dipotong jika Prabowo-Sandi menang di Madura.
Pada Pilpres 2014, Jokowi - Jusuf Kalla memang kalah dari Prabowo-Hatta Rajasa di empat kabupaten di Madura. Hasil rekapitulasi KPU menunjukkan Prabowo-Hatta mendapat 830.968 suara, sementara Jokowi-JK sebanyak 692.631 suara. (bin/age/age)