Menurut A, istri K kejadian tersebut terjadi ketika suaminya melintas di Jalan Raya Bogor dan hendak pulang ke rumahnya di Cikeas.
"Waktu itu, suami saya sedang dalam perjalanan pulang ke rumah. Ia tiba-tiba diberhentikan oleh mereka sekitar pukul 01.29 WIB," kata A kepada CNNIndonesia.com, Kamis (13/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada yang teriak suami saya sedang merekam video (kericuhan). Padahal suami saya sedang baca WA dari saya dan grup keluarga. HP suami saya dirampas," kata A.
Di tengah-tengah pengeroyokan, K akhirnya dilerai oleh beberapa anggota dari massa tersebut. K pun bisa keluar dari kerumunan dengan keadaan mobil rusak dan handphone yang dirampas.
"Suami saya berhasil kabur dari kerumunan dan mereka sambil bilang 'awas jangan lapor lo ya',"ujar A.
"Sekarang baru merasa pada sakit badan dan kepalanya karena ditonjokin, ditendang, disabet pakai kabel sama mereka," tegas dia.
A mengaku sudah melapor ke Polres Jakarta Timur. Ia meminta pertanggungjawaban atas kerugian yang dialami suaminya. Apalagi, suaminya hanya bekerja sebagai sopir taksi online yang membutuhkan handphone untuk menunjang kerja.
"Handphone itu menjadi alat mata pencaharian suami saya. Akun suami saya juga masih ada di handphone tersebut," kata dia.
Ratusan massa merusak dan membakar Mapolsek Ciracas, Jakarta Timur pada Selasa (11/12) malam hingga Rabu (13/12) dini hari. Diduga, pembakaran tersebut dipicu kasus pengeroyokan anggota TNI di Cibubur, Senin (10/12).
Polisi telah menangkap AP yang diduga mengeroyok anggota TNI. AP, berdasarkan hasil interogasi awal berperan memegang korban dan ikut melakukan pemukulan terhadap dua anggota TNI. Polisi masih memburu tiga pelaku lainnya yakni inisial IW, H dan D.