Jasad Adik Emil Dardak Teridentifikasi Tanpa Tanda Luka

CNN Indonesia | Kamis, 13/12/2018 14:10 WIB
Jasad Adik Emil Dardak Teridentifikasi Tanpa Tanda Luka Polisi masih mendalami penyebab kematian adik kandung dari Wakil Gubernur Jawa Timur terpilih, Emil Elistyanto Dardak, Eril Arioristanto Dardak. (CNN Indonesia/Huyogo).
Bandung, CNN Indonesia -- Eril Arioristanto Dardak (21) ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di kawasan Kartifah, Jalan Dago Asri, Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung. Polisi masih mendalami penyebab kematian adik kandung dari Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elistyanto Dardak tersebut.

Kepala Polrestabes Bandung, Komisaris Besar Irman Sugema membenarkan kabar meninggalnya Eril. Pria yang masih menempuh pendidikan di salah satu kampus di Bandung itu sudah tak bernyawa saat ditemukan petugas kebersihan pada Rabu (12/12) siang sekitar pukul 11.00 WIB.

"Jadi berawal dari Polsek Coblong menerima laporan adanya temuan mayat di salah satu kos-kosan, jenis kelamin laki-laki yang diduga salah satu mahasiswa perguruan tinggi di Bandung," kata Irman.


Irman menuturkan, siang itu petugas kebersihan rumah merasa ganjil lantaran sudah mengetuk pintu kamarnya sebanyak tiga kali, namun penghuni kamar tak kunjung menjawab.

Petugas tersebut kemudian melaporkan ke pengelola kosan. Setelah itu petugas membuka pintu kamar Eril dengan kunci cadangan. Mengingat pintu terkunci dari dalam saat itu.

Namun saat masuk, petugas menemukan Eril dalam keadaan tergeletak tak bernafas dengan wajah tertutup plastik.

Ia mengatakan bahwa plastik yang menutupi wajah Eril tidak dalam keadaan rapat membekap, melainkan terbuka.

"Berdasarkan informasi yang didapat, dalam satu bulan ke belakang kamar tersebut tidak diizinkan dibersihkan oleh petugas atau pembantu kos yang biasa membersihkan kamar kos," ujarnya.

Tidak Ada Tanda Kekerasan

Irman menjelaskan, setelah penemuan mayat tersebut pihaknya melakukan olah TKP. Hasil dari identifikasi awal tidak ditemukan luka atau tanda kekerasan.

Selain itu, tanda kematian korban diperkuat juga dengan hasil dokter forensik Rumah Sakit Hasan Sadikin.

"Hal itu dikuatkan lagi ketika dibawa ke RS Hasan Sadikin dan dilaksanakaan pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter forensik," ucapnya.

Irman mengtakan, jajarannya tetap melakukan visum luar. Namun untuk mengetahui penyebab kematian, pihak keluarga tak mengizinkan autopsi.

"Dari pihak keluarga keberatan untuk dilaksanakan autopsi. Namun demikian kami tetap menindaklanjuti untuk mendalami dan mengetahui proses kejadian ini supaya lebih jelas," katanya. (hyg/osc)