Hal itu didasarkan pemantauan pada periode 6-13 Desember 2018. Tercatat, sebanyak 1.162.192 percakapan di media sosial yang membicarakan seputar pasangan Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandiaga.
"Jokowi-Ma'ruf unggul 739.206 atau 63,6 persen percakapan. Prabowo-Sandiaga meraih jumlah percakapan sebesar 422.986 atau 36,4 persen," kata Kepala Divisi Analisis lembaga PoliticaWave Nadia Shabilla dalam keterangan resminya, Kamis (13/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Percakapan netral pasangan Jokowi-Ma'ruf sebesar 26 persen," kata dia
"Percakapan netral Prabowo-Sandiaga sangat besar hingga 55 persen," kata dia.
Foto: CNN Indonesia/Timothy Loen |
Tak hanya itu, Nadia mengungkapkan terdapat perbedaan strategi komunikasi antara tim sukses kedua kubu kandidat di media sosial ketika memainkan sentimen isu.
Ia menyatakan pendukung Jokowi-Ma'ruf di media sosial lebih gencar menyosialisasikan isu-isu positif dan tidak terlalu menyerang pasangan Prabowo-Sandi dengan isu negatif.
Salah satu momen yang banyak menuai sentimen positif warganet, kata Nadia, adalah kebersamaan Jokowi dengan cucu dan anak-anaknya di Istana Bogor pada Minggu (9/12).
"Publik khususnya dari kalangan muda menyoroti interaksi unik antara Jokowi dengan puteranya, Kaesang, hingga tingkah menggemaskan cucu Jokowi, Jan Ethes," kata dia.
Momen kebersamaan Jokowi dengan keluarga di Istana Bogor, Sabtu (8/12), disebut menuai banyak komentar positif warganet. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A) |
"Jokowi dikritik dari berbagai kalangan terkait penanganan hukum dan kasus HAM oleh pemerintah yang tak kunjung tuntas," kata dia.
Sementara itu, kubu Prabowo-Sandiaga mendapat sentimen positif terkait isu adanya dukungan relawan Partai Emak-Emak Pendukung Prabowo-Sandi di sejumlah daerah di Indonesia.
Dalam melakukan analisa media sosial tersebut, PoliticaWave mengaku telah melakukan filter dan mengeluarkan akun-akun anonim atau 'Bot' dari proses analisa data.
Ia menyatakan media sosial akan menjadi alat kampanye dan penyebaran informasi paling penting untuk menjangkau para pemilih muda.
Salah satu momen yang dikomentari negatif warganet yakni saat Prabowo Subianto pernah meminta pendukungnya tak menghormati wartawan karena tak banyak memberitakan Reuni 212. (CNN Indonesia TV) |
Sebelumnya, survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang melibatkan 1220 responden pada 7-14 September menunjukkan bahwa elektabilitas Jokowi mencapai 60,2 persen, sementara Prabowo hanya 28,7 persen.
(rzr/rzr/arh)
Foto: CNN Indonesia/Timothy Loen
Momen kebersamaan Jokowi dengan keluarga di Istana Bogor, Sabtu (8/12), disebut menuai banyak komentar positif warganet. (
Salah satu momen yang dikomentari negatif warganet yakni saat Prabowo Subianto pernah meminta pendukungnya tak menghormati wartawan karena tak banyak memberitakan Reuni 212. (