Ketua DPD PDIP Jawa Tengah Bambang Wuryanto justru berterima kasih dengan kubu Prabowo-Sandi terkait rencana itu. Menurutnya, rencana pemindahan markas kubu Prabowo-Sandi ke Jateng akan menambah semangat pendukung Jokowi-Ma'ruf.
"Pendirian markas penyerangan Prabowo-Sandi di Jawa Tengah sah-sah saja. Tanpa sengaja justru membangunkan para 'banteng' yang tidur,", kata Bambang Wuryanto, Jumat (14/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat ini kami sudah memulai pertempuran, tapi bukan pertempuran fisik, memenangkan pikiran," kata Bambang yang juga merupakan Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma'ruf Jawa Tengah.
Juru Bicara BPN Ferdinand Hutahean menganggap dengan memecah suara PDIP di Jawa Tengah elektabilitas Jokowi di Pemilihan Presiden 2019 akan tergerus.
Dalam Pemilihan Umum (Pilpres) 2014, PDIP mendominasi perolehan suara di Jateng. partai berlambang banteng moncong putih itu meraih 4.295.598 suara. Sedangkan di Pilpres, pasangan Jokowi-Jusuf Kalla mendapatkan 12,9 juta suara sah, dan pasangan Prabowo-Hatta Rajasa mengantungi 6,4 juta suara sah.
Koordinator Juru BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak, sebelumnya mengklaim elektabilitas pasangan nomor urut 02 di Jawa Tengah sudah cukup tinggi. Bahkan, berdasarkan survei internal BPN, Dahnil menyebut perolehan suara Prabowo-Sandi hanya kalah tipis ketimbang Jokowi-Ma'ruf.