Kotak suara pengganti kotak berbahan aluminium itu, kata Arief, mampu menahan bobot tubuh manusia.
"Kotak suara mampu menahan tubuh saya," ujar Arief dalam rapat pleno terbuka rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan ke 2 (DPTHP-2) yang digelar di Hotel Menara Peninsula, Slipi, Jakarta Barat, Sabtu (15/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Gudangnya harus disewa sampai Pemilu berikutnya. Biayanya tiap tahun terus meningkat untuk sewa gudang," kata Arief.
Sementara itu, komisioner KPU RI Pramono Ubaid Tanthowi menilai yang dipersoalkan itu bukanlah penggunaan karton atau aluminium sebagai bahan dasar pembuatan kotak suara. Karena kedua jenis bahan itu dalam keadaan terburuk juga bisa hancur.
"Misalnya kotak aluminium dibakar, maka kertas suara di dalamnya pun akan ikut terbakar," kata Pramono.
Menurut Pramono yang perlu diperhatikan dalam pemilu, termasuk soal kotak suara, yakni bagaimana memastikan suara pemilih aman. Hal itu sangat terkait dengan integritas para pihak yang terlibat.
"Persoalannya bukan kekuatan kotaknya, tapi soal jaminan keamanan perolehan suara makanya melihatnya bukan dari bahan (pembuat kotaknya). Mau plastik aluminium atau kardus," kata Pramono.
"Tapi integritas penyelenggara, keberadaan pengawas, saksi-saksi dari parpol, dan pengamanan TNI Polri," sambung dia.