Pencarian Ditunda, Keluarga Korban Lion Air Lapor Polisi

CNN Indonesia | Senin, 17/12/2018 10:29 WIB
Pencarian Ditunda, Keluarga Korban Lion Air Lapor Polisi Keluarga korban penumpang Lion Air saat doa bersama dan tabur bunga dari atas KRI Banda Aceh di lokasi jatuhnya pesawat. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Keluarga korban Lion Air JT-610 registrasi PK-LQP bakal melaporkan pihak Lion Air ke Kepolisian Daerah Bangka Belitung (Polda Babel), Senin (17/12).

Salah satu keluarga korban, Anton Sahadi mengatakan pihaknya melapor polisi karena Lion Air melakukan penundaan pencarian 64 korban yang belum ditemukan.

"Kemarin sudah pernyataan di atas materai di Gedung DPRD Babel. Sekarang mau dibikin laporan ke Polda karena mereka tidak tepat janji. Di situ terhitung tanggal 17 seharusnya kapal sudah di lokasi Tanjung Pakis," kata Anton saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (17/12).



Kapal MVP Everest yang disewa Lion Air dari perusahaan swasta Belanda seharusnya tiba di Tanjung Pakis pada hari ini. Kapal itu sedianya beroperasi untuk mencari 64 jenazah dan kotak hitam perekam suara di ruang kemudi pilot (Cockpit Voice Recorder/CVR).

Selain tidak tepat waktu, kata Anton, Lion Air juga berbohong terkait posisi kapal saat ini. Lion mengklaim hingga kini kapal masih berada di Johor Bahru, Malaysia. Namun berdasarkan data di situs pelacak lokasi kapal, MVP Everest masih berada di Singapura.

"Bukannya kami ingin menghancurkan Lion, bukan. Karena apa yang jadi komitmen mereka itu yang kita tagih. Kalau mereka tidak kooperatif, tidak tepat janji, akan kami serahkan ke kepolisian," tegasnya.

Anton berujar selain melapor ke Polda Babel, hari ini pihaknya juga akan mengirim surat ke Komisi V DPR RI. Mereka meminta bantuan untuk mengawasi pencarian ulang oleh Lion Air.


Ia mengatakan surat serupa yang dikirim ke Istana juga sudah diterima Presiden Joko Widodo. Keluarga korban optimistis dengan pengawalan pemerintah, dan pencarian akan berjalan baik. Mereka juga akan menerima apapun hasilnya.

"Ya, sebenarnya hasilnya apapun itu kami terima. Cuma karena janjinya Lion saja, tidak tepat janji. Kami bukan serta merta menuntut," ucap Anton.

Sebelumnya, Lion Air menyatakan akan melakukan pencarian ulang 64 korban yang belum ditemukan. Mereka akan menerjunkan kapal MVP Everest ke periran Karawang.

Namun, pencarian ditunda karena hambatan cuaca di perairan Malaysia sejak Sabtu (15/12). Kapal baru akan diberangkatkan hari ini dan akan beroperasi pada Rabu (19/12).

"Proses pencarian akan difokuskan berdasarkan pemetaan terakhir area koordinat jatuhnya penerbangan JT-610 dengan waktu operasional sepuluh hari berturut-turut, pada Desember 2018," kata Juru Bicara Lion Air Danang Mandala Prihantoro kepada CNNIndonesia.com lewat keterangan tertulis, Senin (17/12).
(dhf/pmg)