"Ya pasti kita semua menolak segala penindasan kepada human rights," ujar JK di Hotel Fairmont, Jakarta, Senin (17/12).
Kendati demikian, menurut JK, pemerintah Indonesia tak bisa ikut campur terkait permasalahan yang terjadi. Hal itu menjadi urusan dalam negeri pemerintah China.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan kesaksian mereka, otoritas China terus melakukan penahanan massal sewenang-wenang terhadap Uighur dan minoritas muslim lain di Xinjiang sejak 2014 lalu.
Pemerintah China sendiri memaksa etnis Uighur masuk ke kamp khusus dengan alasan etnis Uighur bukan orang normal dan memasukkan ke kamp untuk 'mendidiknya' agar kembali normal.
Mereka menyangkal tudingan pelanggaran HAM dan menyatakan kamp itu cuma bagian dari 'pelatihan'.
Bahkan aparat China secara ketat menempatkan pos-pos pemeriksaan di seluruh wilayah hingga perbatasan Xinjiang.
Alasan pemerintah China melakukan hal itu adalah untuk mencegah penyebaran ideologi radikal di kalangan etnis Uighur. Namun, dari sisi etnis Uighur, mereka menyatakan justru perlakuan pemerintah China yang memicu radikalisme dan ekstremisme. (psp/osc)