"Saya nggak bisa jadi imam salat. Ya saya merasa tahu diri. Betul. Yang jadi imam ya harus orang yang lebih tinggi ilmunya," kata Prabowo saat berpidato di Konferensi Nasional Partai Gerindra di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (17/12).
Prabowo tak khawatir jika masyarakat tahu jika memang dirinya tak bisa jadi imam salat.
"Lebih baik saya ikuti imam yang lebih tinggi ilmunya daripada saya. Untuk apa saya bohong? Untuk apa saya pura-pura kepada kalian?" ujar Prabowo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soal Prabowo tak bisa jadi imam salat dikemukakan pertama kali oleh La Nyalla Mattalitti, mantan pendukung Prabowo yang kini jadi pendukung Joko Widodo di Pilpres 2019.
"Saya tahu Prabowo. Kalau soal Islam lebih hebat Pak Jokowi. Pak Jokowi berani mimpin salat. Pak Prabowo berani suruh mimpin salat? Nggak berani. Ayo kita uji keislamannya Pak Prabowo. Suruh Pak Prabowo baca Al-Fatihah, Al-Ikhlas, baca, bacaan shalat. Kita semua jadi saksi," kata La Nyalla, Selasa (11/12) usai membesuk Ma'ruf Amin di Jakarta.
La Nyalla mengatakan Jokowi merupakan seorang Muslim yang taat. Ia lantas mencontohkan Jokowi rajin menjalankan ibadah seperti berpuasa dan salat tepat waktu dengan baik.
Melihat hal itu, La Nyalla merasa yakin bahwa Pilpres 2019 nanti Jokowi-Ma'ruf bakal memenangkan kontestasi pemilu kembali seperti pada 2014. (tst/sur)