Dia mengatakan hal itu ketika dimintai tanggapan soal iklan KPU yang tidak menyertakan gelar akademik Prabowo-Sandi.
Sandi tidak secara gamblang mengakui dirinya tidak menyertakan gelar akademik dalam berkas identitas yang diserahkan ke KPU. Dia hanya mengatakan rekam jejak kontestan pilpres akan lebih dilihat masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sandi mengamini bahwa gelar akademik adalah suatu pencapaian dalam hidupnya.
"itu yang nanti masyarakat harus menilai selama itu dilakukan dengan satu pendekatan yang jujur dan adil dan semuanya dalam kesetaraan saya rasa masyarakat bisa menyikapi dengan dewasa," tutur Sandi.
Sebelumnya, KPU menayangkan iklan berjudul 'Yuk Kenali Peserta Pemilu Serentak 2019' pada 10 Desember lalu di laman Youtube. Iklan audio visual tersebut berdurasi 30 detik.
Ketua KPU Arief Budiman menegaskan penulisan nama peserta Pemilu, baik Pileg maupun Pilpres 2019 dilakukan sesuai yang tertera di formulir pendaftaran.
"Formulir pendaftarannya itu yang kita kutip tulisannya seperti itu. Misal H-nya satu, M-nya dua, pakai huruf A, pakai huruf U. Di situ yang kita tulis," ujar Arief di kantor KPU RI, Jakarta.
"Pasti dokumen dari yang diserahkan oleh mereka ya itu tulisannya," kata Arief. (bmw/wis)