Tudingan itu datang dari anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi yang juga aktivis media sosial, Mustofa Nahrawardaya.
"Tuduhan-tuduhan itu silakan dibuktikan ke publik. Biasa BPN tuduh macam-macam ke petahana, tidak aneh, tapi buktikan ke publik," kata Juru Bicara TKN Jokowi-Ma'ruf, Lena Maryana Mukti, saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (19/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di TKN, katanya, ada tim khusus yang memantau perkembangan isu terkini di media massa dan media sosial. Lalu ada satu orang yang khusus menyusun strategi untuk melawan isu-isu tersebut.
Jubir TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Lena Maryana Mukti. (Foto: Dok. Istimewa via Detikcom) |
Biasanya, lanjut Lena, TKN merangkul relawan dan simpatisan Jokowi yang memiliki banyak pengikut di media sosial untuk menyebarkan opini itu.
Lena, yang juga menjabat Ketua DPP PPP itu, mencontohkan dengan penanganan isu kotak suara kardus dari KPU. Tim khusus TKN langsung menginvestigasi segala kebijakan, data, dan fakta terkait hal itu.
Perumusan jawaban ini, ucapnya, penting karena isu tersebut sudah liar di media sosial. Apalagi ada pihak yang menunggangi isu tersebut.
"Karena biasanya kalau ada persoalan terkait kritik dari masyarakat, biasanya dibungkus BPN diklaim sebagai suara rakyat. Padahal itu kan mainan dari BPN," tuturnya.
Caleg PAN Mustofa Nahrawardaya. (Dok. Mustofa Nahrawardaya via facebook.com (Mustofa Nahrawardaya New)) |
Pernyataan Mustifa itu sendiri merespons hasil kajian lembaga analis big data GDILab (Generasi Digital Indonesia) yang menyebut kubu Prabowo-Sandi didukung pasukan siber di media sosial.
"Kalau sampai ada punya tim khusus IT, khusus hacker, robot segala macam, itu bukan oposisi, wong uangnya enggak ada. Saya pastikan dari petahana yang punya duit banyak," kata Mustofa saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (17/11).
(arh)
Jubir TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Lena Maryana Mukti. (Foto: Dok. Istimewa via Detikcom)
Caleg PAN Mustofa Nahrawardaya. (