Zudan mengatakan gerakan jemput bola serentak di 514 kabupaten/kota itu akan dilakukan pada 27 Desember mendatang. Target utama gerakan jemput bola itu adalah di pesantren, kantor-kantor Pemerintah, dan swasta terutama bagi para pemilih pemula.
"Kita targetnya adalah pemilih pemula dan para pemilih yang berada di pabrik dan perusahaan," tutur Zudan di Gudang Aset Kemendagri Semplak, Bogor, Jawa Barat, Rabu (19/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau masyarakat belum merekam nanti di 31 Desember, datanya kita nonaktifkan sementara, dan kami asumsikan sudah memiliki e-KTP," ujar Zudan.
"Yang masih banyak itu di Papua, Papua Barat kemudian Sulawesi Barat, Maluku, dan Maluku Utara. KIta sudah jemput bola di 7 kabupaten di Papua," tutur Zudan.
Kemendagri pada Rabu (19/12) telah melakukan pemusnahan e-KTP rusak atau invalid yang dikumpulkan dari seluruh Indonesia. Total, ada 1.378.146 keping e-KTP rusak atau invalid yang dimusnahkan dengan cara dibakar di Gudang Aset Kemendagri Semplak tersebut.
Zudan menerangkan e-KTP yang ditemukan rusak itu merupakan produksi vendor pada 2011 sampai 2014. Kriteria e-KTP yang rusak atau invalid dilihat dari nama penduduk yang keliru, tanggal lahir yang salah, domisili atau tempat tinggal yang sudah berubah serta perubahan status.
Lihat juga:Kemendagri Bakar 1,3 Juta e-KTP Rusak |