Ahok Disebut Tak Ingin Perayaan Khusus Saat Bebas

CNN Indonesia | Jumat, 21/12/2018 11:26 WIB
Ahok Disebut Tak Ingin Perayaan Khusus Saat Bebas Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. (AFP PHOTO / POOL / Bagus INDAHONO)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok meminta tidak ada perayaan khusus yang dilakukan oleh pendukungnya saat bebas dari Lembaga Pemasyarakatan pada Januari 2019.

Ketua DPP PDIP Bidang Organisasi Djarot Saiful Hidayat mengatakan permintaan itu disampaikan saat dirinya bertemu Ahok di Rutan Mako Brimob, Depok.

"Saya bertemu terus terang saja sama Pak Ahok itu pada tiga minggu yang lalu. Beliau bilang jangan ada penyambutan macam-macam," ujar Djarot di Masjid Agung Ats Tsauroh, Serang, Banten, Jumat (21/12).


Djarot menuturkan Ahok meminta semua pendukungnya untuk mensyukuri kebebasannya. Sebab, ia berkata Ahok merasa hukuman dipenjara adalah urusan pribadi.

"Pak Ahok tidak mau disambut-sambut. Karena beliau merasa itu urusan pribadi," ujarnya.


Sejalan, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan pihaknya tak akan membuat penyambutan jika Ahok resmi selesai menjalani masa penahanan. Ia beralasan PDIP memiliki banyak agenda internal selama Januari 2019, salah satunya perayaan ultang tahun PDIP pada 10 Januari.

Hasto juga menilai kebebasan Ahok merupakan urusan personal yang tak ada sangkut pautnya dengan parpol.

"Kami secara khusus bulan Januari ini kan, bulan-bulan yang sangat padat bagi PDIP dengan agenda-agenda internal. Ya, kita tanggapi dengan penuh syukur terhadap mereka yang menjalani proses itu," ujar Hasto.

Ahok seharusnya memperoleh pembebasan bersyarat pada Agustus 2019. Berdasarkan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 3 Tahun 2018, salah satu syarat pembebasan bersyarat telah menjalani masa pidana paling singkat dua per tiga masa hukuman dengan ketentuan hukuman paling sedikit 9 bulan penjara.

Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM mengatakan masa tahanan Ahok bakal dipotong 3 bulan 15 hari bila mendapat remisi Natal.

Pada 9 Mei 2017, Ahok divonis pidana 2 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara karena terbukti bersalah melakukan penodaan agama. Ahok dihukum atas pernyataannya soal Surat Al-Maidah 51 saat berkunjung ke Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, September 2016.

(jps/ugo)