Dari survei internal partai mereka, Hasto menjelaskan kubunya mendapatkan 45,2 persen atau melewati perolehan Prabowo-Sandi yang mendapatkan 38,9 persen. Sementara angka undecided voter disebut 15,9 persen.
"Ini tentu saja sebuah good news sehingga menjadi semangat bagi TKN untuk lebih turun ke bawah lagi," ujar Hasto dalam jumpa pers di Rumah Cemara, Jakarta Pusat, Sabtu (22/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tokoh-tokoh itu meliputi Gubernur Wahidin Halim, Wakil Gubernur Andika Hazrumy, keluarga mantan gubernur Ratu Atut Chosiyah, serta Zacky.
Seperti di Banten, Hasto percaya diri pihaknya juga sudah unggul di Jawa Barat. Dari survei internal itu, ia menyebut setidaknya elektabilitas Jokowi-Ma'ruf sudah 52,3 persen. Sementara di Jawa Tengah dan Jawa Timur ia yakin akan menang jauh dari pasangan rival.
Lalu untuk di Sumatera, kecuali Sumatera Barat dan Riau, Hasto juga mengklaim sudah unggul. Begitu pula di provinsi-provinsi di luar Jawa diyakini bakal menang.
"Luar Jawa itu merasakan betul komitmen Pak Jokowi dalam menjaga keseimbangan pertumbuhan antarwilayah," pungkasnya.
Maka dari itu, Hasto mengklaim saat ini elektabilitas pasangan Jokowi-Ma'ruf berada di kisaran 54,5-59 persen.
Pada awal November lalu, Jokowi mengakui bahwa elektabilitas dirinya masih kalah dari Prabowo di Banten. Kala itu ia mengatakan ia dan Ma'ruf Amin masih tertinggal 9 persen dari pasangan lawan.
"Banten masih perlu perjuangan, usaha keras di Banten, tentu. Tapi kita harapkan itu akan positif nanti pada waktunya," ujar JK usai memimpin rapat evaluasi kampanye TKN di kediamannya, Brawijaya, Jakarta, Senin (17/12). (bin/fea)