Selain itu, gelombang pasang air laut ini juga menyebabkan 11 orang mengalami luka-luka.
"Laporan sementara ini satu orang tewas, 11 luka-luka," kata Sutopo, Sabtu (22/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sutopo menegaskan sekali lagi, gelombang pasang air laut di perairan Selat Sunda ini Tsunami, melainkan terjadi karena fenomena alam bulan purnama. Gelombang pasang ini juga bukan disebabkan erupsi Gunung Anak Krakatau.
Masyarakat pun dihimbau tetap tenang dan tidak terpancing pada isu-isu yang menyesatkan. Meski air laut sudah surut, namun Sutopo meminta, untuk sementara hindari aktivitas di sekitar pantai dan tetap memperhatikan kondisi lingkungan yang ada. (osc/osc)