Cerita Panik Relawan di Detik-detik Raungan Sirine Tsunami

CNN Indonesia | Minggu, 23/12/2018 14:47 WIB
Cerita Panik Relawan di Detik-detik Raungan Sirine Tsunami Foto: (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/wsj)
Jakarta, CNN Indonesia -- Proses evakuasi bencana Tsunami Selat Sunda di kawasan Anyer dan Lampung saat ini masih berjalan. Para relawan mengaku menghadapi dilema ketika harus berkejaran dengan waktu menyelamatkan korban, dan mereka juga disergap kepanikan luar biasa ketika sirine yang diduga sebagai peringatan tsunami.

Salah satu perwakilan tim relawan Dompet Dhuafa, Usman menyatakan situasi di lokasi bencana tsunami di Pantai Carita dan Pantai Anyer, Pandeglang, Banten masih diliputi rasa panik dan cemas yang sangat tinggi. Sebab, penduduk dan para pelancong tidak menyangka akan terjadi hal itu.

"Kami tim relawan tentu sempat panik. Di satu sisi harus mengevakuasi korban, tetapi harus juga menyelamatkan diri," kata Usman saat dihubungi CNNIndonesia.com, Minggu (23/12).



Usman mengatakan raungan sirine itu bertahan selama satu jam. Hal itu membuat warga dan tim relawan beserta Polri dan TNI kocar-kacir menyelamatkan diri. Hal itu membuat proses evakuasi terhenti sementara.

Usman menyatakan sebagai tim relawan mereka juga manusia yang memiliki rasa khawatir. Namun, dia harus mengesampingkan hal itu karena berkomitmen harus membantu korban.

[Gambas:Video CNN]

Menurut Usman, hingga saat ini proses evakuasi yang masih berjalan di bawah guyuran hujan deras sejak pagi hari. Akses jalan di daerah Cinangka juga berangsur normal. Namun, di kawasan Tanjung Lesung hingga Ujung Kulon belum bisa ditembus.

"Di sana aksesnya masih terputus. Kami membutuhkan makanan, ambulans, dan tambahan tim relawan evakuasi serta medis," ujar Usman.

Di samping itu, Usman menyatakan mereka juga memerlukan pasokan air mineral, makanan bayi, obat-obatan, pakaian, hingga alat-alat mandi. Hingga saat ini diperkirakan 200 relawan beserta Polri dan TNI bahu-membahu di lokasi bencana.

Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), Sutopo Purwo Nugro menyebut korban tewas akibat terjangan tsunami Selat Sunda di Anyer dan Lampung mencapai 168 orang tewas.

Selain korban tewas, Sutopo menyebut setidaknya 745 orang luka dan 30 orang lainnya masih hilang.

Tsunami menerjang Selat Sunda sekitar Sabtu (22/12) malam pukul 21.27 WIB. BNPB memaparkan fenomena Tsunami Selat Sunda kemarin termasuk langka dan hingga kini penyebabnya belum bisa dipastikan. Konon diduga hal itu terjadi akibat longsor bawah laut lantaran erupsi Anak Gunung Krakatau.

[Gambas:Video CNN] (ayp)