CT ARSA Buka Donasi Ringankan Korban Tsunami Selat Sunda

CNN Indonesia | Senin, 24/12/2018 14:34 WIB
CT ARSA Buka Donasi Ringankan Korban Tsunami Selat Sunda CT ARSA Foundation membuka pos bantuan untuk masyarakat mengirimkan donasi. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Aktivitas Gunung Anak Krakatau berujung tsunami Selat Sunda menerjang sejumlah wilayah di Lampung Selatan dan Banten, Sabtu (22/12) malam WIB. Bencana alam ini terjadi belum genap tiga bulan usai tsunami mengguncang Palu, Donggala, Sulawesi Tengah.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut jumlah korban terus berjatuhan. Hingga Senin (24/12), Posko BNPB menyebut 281 orang tewas, ribuan luka, dan belasan ribu lainnya mengungsi di posko-posko darurat.

CT ARSA Foundation menyampaikan duka cita mendalam bagi seluruh keluarga korban. Doa terbaik disampaikan kepada seluruh warga yang terkena dampak, khususnya Pandeglang, Serang, Banten, Lampung Selatan, Tanggamus dan sekitarnya.


Untuk meringankan derita warga yang terkena tsunami, Yayasan CT Arsa membuka rekening bagi siapa pun yang ingin membantu korban tsunami yang disebabkan longsoran Gunung Anak Krakatau tersebut. Bantuan dapat disalurkan melalui:

Rekening Bank Mega Kc Tandean
01074 001142 1000 a/n Yayasan CT ARSA,
KODE TRANSFER: #SELAT SUNDA
info lebih lanjut Call center: 0823 0823 9898

CT ARSA Foundation dibangun dengan semangat dan visi memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan yang berkualitas serta optimalisasi kesehatan bagi masyarakat Indonesia yang kurang mampu. Yayasan ini pertama kali memulai langkahnya dengan mendirikan Rumah Anak Madani di Deli Serdang untuk membantu anak-anak korban tsunami Aceh pada tahun 2005.

Dipimpin oleh Anita Ratnasari Tanjung, yayasan ini kemudian mengembangkan program pendidikannya ke ranah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), juga menjalankan beberapa mobile activity. Hal itu di antaranya adalah Mobil Sehat untuk memberikan pelayanan kesehatan gigi dan umum, penyuluhan lingkungan hidup dan bahaya narkoba secara gratis.

Selain itu, ada pula Mobil Pintar, yang bertujuan agar anak-anak Indonesia cinta akan membaca buku. (ain)